• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Posted by An-Nasrullah - - 2 scratches


Subhanallah...Alhamdulillah...Allahu Akbar....

Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung...setinggi-tinggu puji dan puja kepadaNya...rasa syukur,rindu, kasih dan syg padaNya yang mengatasi segala bentuk perasaan manusia...kagum, takjub dan kerdil melihat kehebatan Yang Maha Pencipta...Allahu Rabbi..

Maka rasa syukur ku pada Yang Maha Esa kembang mekar sekali lagi...atas kurniaan nikmat yang maha hebat...setiap amalan di gandakan 10!! dihadiahkan juga di dalam nikmat itu peluang emas utk dapat pahala bersamaan dgn 83 tahun hidup!...LailatulQadr melengkapkan Ramadhan Al Kareem....kurniaan nikmat Allah Yang Maha Esa kepada hamba-hamba Nya yang beriman..maka siapa lagi yang masih tidak tahu bersyukur???

Ramadhan Al-Kareem....smg kita semua menjadi tetamunya yang diraikan....smg amalan ibadah berganda2!


Selamat mengimarahkan RAMADHAN!

(artikel di bawah saya terbitkan sekali lagi daripada post asal pd Ramadhan 2008/ 1429H)

10 Perkara Untuk Menyambut Kedatangan Ramadhan

1) Berdoalah agar Allah swt. Memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, "Allahuma bariklana fii rajab wa sya'ban, wa balighna ramadan." Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, "Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha." Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2) Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, "Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya." Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3) Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. Selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka." (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4) Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5) Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa Jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. "Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka." [Q.S. Muhamad (47): 21]

6) Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. "Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui," begitu kata Allah di Al-Qur'an surah Al-Anbiyaa' ayat 7.

7) Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. "Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung." [Q.S. An-Nur (24): 31]

8) Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9) Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan: buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba'da sholat subuh dan zhuhur. membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10) Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

2 Responses so far.

  1. salam,
    saya ingin tahu apa maksud

    ramadhan al kareem dan ramadhan al mubarak.

    apa perbezaannya.

  2. An Nasrul says:

    Salam wth ..

    Syukran kepada rohana kerana bertanya…

    Kedua-dua kalimat ‘Ramadhan Al-Kareem” dan “Ramadhan Al-Mubarak” sebenarnya adalah kalimat2 yang digunakan dalam mengalu-alu dan membesar-besarkan nikmat bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkatan ini.

    Ramadhan Al-Kareem …dijawab dengan Allahu Akram
    (Ramadhan Yang Mulia… Sesungguhnya Allah yang memuliakannya..)

    Ramadhan Al-Mubarak----( Ramadhan yang penuh keberkatan)

    Tiada ucapan khusus utk menyambut kadatangan Ramadhan. Maka boleh
    mengucapkan yg demikian itu asalkan ucapan2 itu tidak mengandungi
    maksud2 yg batil. Dalilnya: Nabi saw sering memberitahu berita gembira
    menjelang Ramadhan kpd para sahabatnya.
    HR anNasa'iy dari Abi Hurayrah Ra:

    " Tibalah kepada kamu sekarang Ramadhan, bulan penuh rahmat" (ataakum
    Ramadhaan, syahrun mubarakun"

    (utk jawapan yang lebih lengkap dan jelas, nanti saya akan panjangkan selepas ini)